ArunaIndonesia, Jakarta – Industri perikanan yang diperkirakan semakin meningkat di setiap tahunnya, menjadi faktor utama pemerintah dalam memperbaiki sistem-sistem yang terproses di dalamnya. Upaya pemerintah mulai dari mempersiapkan tenaga lapangan yang berkualitas, memperbaiki sistem penangkapan ikan untuk menjaga kestabilan ekosistem bawah laut, serta melindungi lautan Indonesia dari tangan para pemancing ilegal yang merajalela di beberapa bagian di Indonesia.

Meningkatnya permintaan pasar pada komoditas produk perikanan yang berasal dari luar negeri, memberikan efek positif dan juga negatif bagi negara kita. Tak dipungkiri, karena Indonesia memiliki wilayah lautan yang luas dan berbagai jenis ikan hidup di wilayah perairan Indonesia membuat Indonesia menjadi target yang diincar oleh para pengusaha industri perikanan.

Berdasarkan laporan McKinsey International, mengungkapkan bahwa tahun 2030 peluang bisnis Indonesia diperkirakan akan melonjak hingga USD 1,8 triliun. Peluang besar itu terbuka pada sektor konsumsi, perikanan dan pertanian, sumber daya alam, hingga industri pendidikan dan infrastruktur.

Dalam menghadapi tantangan, pengembangan sektor perikanan diperlukan strategi kebijakan pemerintah untuk mendukung kemampuan industri perikanan menurut Putro (2002), yaitu 1) membangun prasarana berupa pelabuhan perikanan untuk memberikan pelayanan dalam pengembangan industri perikanan; 2) penyederhanaan birokrasi yang dapat menghambat kinerja industri; 3) mengembangkan dan mendorong organisasi nelayan agar nelayan tradisional mampu mengembangkan usahanya guna memanfaatkan sumberdaya perikanan dalam mensuplai kebutuhan bahan baku industri; dan 4) menyediakan modal investasi dan modal kerja kepada industri perikanan agar mampu meningkatkan kualitas produk dengan harga yang kompetitif.

Secara potensial industri perikanan di Indonesia memberikan hal positif yaitu memberikan manfaat bagi kehidupan ekonomi, sosial, dan kebudayaan, namun disisi lain dapat memberikan hal negatif jika tidak dikelola dengan baik dan tanpa perencanaan yang matang. Pengembangan industri perikanan menjadi peluang sekaligus ancaman yang harus diperhatikan serta sangat mempengaruhi dan menentukan hasil dari pembangunan kelautan dan perikanan yang optimal dan berkelanjutan.

Pada dasarnya, di Indonesia permasalahan dalam sektor perikanan selalu terkait dengan masalah manusia (people problem) daripada masalah sumberdaya (resource problems). Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa lebih dari 60% Produksi Perikanan Indonesia dihasilkan oleh perikanan sektor skala kecil, karena lebih banyak menarik tenaga kerja yaitu nelayan.

Hingga saat ini, pengelolaan sumberdaya perikanan di berbagai daerah di Indonesia masih bergantung pada pemerintah pusat. Pemerintah pusat berperan sebagai pelaksana dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Sedangkan kelompok masyarakat pengguna hanya menerima informasi tentang produk-produk kebijakan dari pemerintah.