ArunaIndonesia, Jakarta – Maluku Utara, merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang selalu masuk dalam daftar kunjungan para wisatawan baik local hingga mancanegara. Mulai dari wisata alamnya yang masih sangat alami, wisata bahari, budaya, serta kulinernya menjadi incaran turis yang berdatangan ke Maluku Utara. Namun, tidak hanya itu saja, Maluku Utara juga memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi loh!

Aruna Indonesia kali ini berkunjung ke Maluku Utara, tujuannya bukan untuk liburan semata melainkan untuk melihat kondisi nelayan dan perikanan di Maluku Utara serta memberikan edukasi bagi para nelayan sekitarnya. Indraka Fadhlilah, yang biasanya disapa dengan Daka adalah salah satu founder dari Aruna Indonesia yang melakukan perjalanan ke seluruh pesisir di Maluku Utara untuk mencari orang-orang yang berpotensi untuk membantu Aruna Indonesia dalam mensejahterakan nelayan-nelayan daerah sekitar.

Berawal dari  Kota Ternate, Daka bersama tim lainnya mengunjungi hampir seluruh daerah di Maluku Utara,  yaitu Sofifi (Ibukota Maluku Utara), Tobelo, Pulau Halmahera, Pulau Murotai, Pulau Kakara, Wasile, Maba, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Sui, Saketa, Pulau Widi, Pulau Obi, dan Pulau Bacan.

Kondisi perikanan di daerah Maluku Utara, termasuk dalam potensi yang sangat besar untuk sector perikanan. Layaknya akuarium besar yang terbentang di garis laut kepulauan Maluku Utara, hampir seluruh hasil laut yang banyak dicari ada di daerah tersebut dengan kualitas yang sangat bagus. Jenis hasil laut yang berada di Kepulauan Maluku Utara, salah satunya adalah Kepiting, ikan Kerapu, dan Layur.

Namun, sangat disayangkan permasalahan yang terjadi adalah pada ketersediaan nelayannya, banyak nelayan yang tidak punya alat tangkap serta kapal untuk mengambil ikan, yang mereka punya hanyalah skill. Tidak hanya itu, pengetahuan dari masyarakat setempat tentang hasil laut yang bisa dijual masih kurang. Banyak masyarakat setempat tidak menjual hasil laut yang ada di wilayah mereka, karena tidak tahu informasi di luar dan hanya menikmati hasil laut sebagai makanan sehari-hari saja.

Selama di Maluku Utara, Daka menjumpai para ketua nelayan dan nelayan-nelayan di setiap daerah untuk memberikan edukasi dan informasi tentang perikanan di Indonesia. Salah satunya di Kampung Sui, Daka sempat melakukan sharing & diskusi dengan para warga sekitar. Adapun cerita unik di Kampung Sui, di kampung ini warganya hanya bisa menikmati listrik dari jam 8 malam hingga jam 11 malam, terhitung hanya sekitar 3-4 jam saja untuk dapat menikmati fasilitas listrik di kampung ini. Hebatnya lagi, listrik yang didapatkan bukan berasal dari PLN melainkan dari hasil tenaga surya (matahari).

Kesederhanaan dari warga-warga di daerah Maluku Utara, memberikan kesadaran kepada kita untuk terus bersyukur atas segala yang didapat. Wilayah mereka yang dikelilingi dengan kekayaan hasil laut, berbeda jauh dengan kondisi kehidupan mereka yang masih dibawah rata-rata. Aruna Indonesia berharap melalui perjalanan ini dengan mengedukasi dan membantu nelayan serta usaha kerja keras dari Aruna bisa memberikan solusi dan membawa nelayan-nelayan di daerah seluruh Indonesia semakin sejahtera serta turut memajukan terus kemaritiman Indonesia.