News

Sirip Hiu Bikin Sehat? Itu MITOS!

 

#arunafish

Ikan hiu merupakan spesies top predator di laut. Oleh sebab itu tentunya ikan hiu memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut. Namun sayangnya, saat ini perburuan hiu tengah marak di Indonesia. Perburuan Hiu meningkat sepanjang dua dekade terakhir karena peningkatan permintaan terhadap sirip hiu untuk dijadikan sup sirip hiu dan obat-obatan tradisional Cina.

Sirip ikan hiu yang dipercaya membawa berbagai manfaat untuk kesehatan manusia membuat hewan ini menjadi sasaran empuk nelayan. Menurut Traffic dan FAO, Indonesia adalah urutan pertama dari 20 negara pemburu hiu. Di Indonesia sendiri harga sirip ikan hiu bisa menembus Rp1,3 juta per kilogram. Sementara harga di pasaran internasional sirip ikan hiu bisa mencapai antara $700 hingga $1.000.

Ikan hiu biasanya diburu hanya untuk diambil lagi siripnya lalu kemudian ikannya dibuang kembali ke laut. Ikan hiu yang dikembalikan ke laut dalam kondisi tanpa sirip tidak mampu bergerak, lalu mereka akan tenggelam ke dasar laut dan meninggal karena sesak nafas akibat tekanan air laut dalam yang tinggi, ataupun dimakan oleh predator lain.

   

Fenomena ini sebenarnya sangat disayangkan karena keberadaan hiu sangat bermanfaat untuk menjaga siklus ekosistem laut dalam rantai makanan. Turunnya jumlah populasi hiu akan mempengaruhi penurunan produksi ikan lain. Karena pemangsa tingkat satu akan membengkak populasinya, maka akibatnya spesies dibawahnya akan ikut berkurang, misalnya spesies yang secara ekonomis sangat dimanfaatkan masyarakat seperti tuna atau tongkol. Selain itu, sebagai predator, hiu  mencegah penyebaran penyakit kepada ikan-ikan lain dalam populasi dengan memangsa ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Ini sangat penting karena ikan yang sakit dapat menularkan penyakit, yang berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

Banyak tudingan bahwa pernyataan yang menyatakan ikan hiu memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan hanyalah mitos belaka. Faktanya hiu merupakan predator yang hidup lama di laut sehingga tubuh hiu mengandung banyak logam dan zat kimia, seperti merkuri yang berbahaya bagi kesehatan. Keracunan metil merkuri dapat mengganggu kesehatan reproduksi, dan menimbulkan kerusakan saraf dan otak.

Hiu memang momok yang mengerikan, sehingga banyak yang menilai sebagai ancaman bagi manusia ketika di lautan. Namun, hiu akan lebih terancam bila manusia melakukan perburuan demi mitos kesehatan dan kepentingan ekonomi semata.

JALESVEVA JAYAMAHE

DI LAUT KITA JAYA!