#arunagears

Pole and line atau biasa disebut juga dengan huhate adalah alat tangkap yang menggunkan tongkat/joran (pole) dan tali (line). Pole and line termasuk alat tangkap bersifat aktif yang selektif karena pada umumnya hanya menangkap ikan cakalang saja. Namun kadang kala ikan tongkol dan baby tuna juga ikut tertangkap.

Kapal pole and line, dilengkapi dengan bak umpan hidup (linebait tank), sistem percikan air (spray water) dan palka ikan (fish hold). Lama trip penangkapan bervariasi ada yang sekitar 1-4 minggu,namun ada juga yang hanya sekitar 2-3 hari. Lama trip penangkapan pada umumnya sangat tergantung pada ukuran kapal dan jarak pelabuhan pangakalan dengan fishing ground.

Kapal pole and line biasa beroperasi di perairan laut dalam karena tangkapan utamanya adalah ikan cakalang yang termasuk dalam kelompok ikan pelagis. Ikan pelagis ini biasanya hidup di perairan yang relatif dalam. Pada perairan yang relatif dangkal, misalnya di Laut Jawa, sangat jarang ditemukan ikan cakalang. Biasanya ikan cakalang hidup perairan sekitar Indonesia tengah dan timur. Ikan cakalang juga dapat ditemukan di perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa.

Pole and line terdiri atas joran, tali nylon, dan mata pancing. Joran terbuat dari bahan bambu kuning dengan diameter pada bagian pangkal 4 – 5 cm dan meruncing sampai dengan ke bagian ujung. Ukuran panjang joran sekitar 6 m. Tali utama Pole and line terbuat dari nylon. Mata pancing yang digunakan adalah pancing tanpa kait (pancing polos), berbeda dengan mata pancing yang yang digunakan secara umum. Tanpa adanya kait (pengunci) di ujung kail, ikan yang tertangkap akan mudah di lepaskan. Teknik memancing biasanya, bertumpu pada kecepatan gerakan. Sesaat ikan menggigit kail, pancing disentakkan, ikan yang tertangkap diangkat dari air laut dan dengan teknik khusus, mata kail dilepaskan pada saat yang sama ketika ikan dilontarkan ke udara dan diarahkan jatuh ke deck kapal.

Dalam penangkapan ikan cakalang dengan menggunakan pole and line biasanya dibutuhkan beberapa jenis umpan, yaitu :

1. Umpan tiruan yang biasa dibuat dari bulu ayam dan dipasang pada mata pancing (hook).
2. Umpan hidup yang terdiri dari jenis-jenis ikan teri, make, momar, lalosi dan tatahari.

Selain itu pada saat umpan hidup dilepaskan juga disemprotkan air dari sisi sepanjang badan kapal, sehingga timbul buih-buih yang mengakibatkan ikan-ikan kecil senang bemain sehingga ikan cakalang berkumpul di daerah tersebut. Jadi fungsi dari pada umpan hidup dan semprotan air tadi hanyalah sebagai penarik perhatian agar gerombolan ikan cakalang tetap berkumpul dan berenang di sekitar kapal, dengan demikian akan mempermudah dalam proses pemancingan.

JALESVEVA JAYAMAHE
DI LAUT KITA JAYA!