5 Ritual Sedekah Laut yang Cuma Ada di Indonesia

Nakama Aruna

August 13, 2021

ritual sedekah laut memiliki banyak makna dalam kebudayaan

Sejak zaman nenek moyang kita, ritual sedekah laut menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan. Baik di waktu tertentu ataupun secara rutin dan berkala, ritual sedekah laut memiliki banyak makna. Di antara budaya masyarakat Timur seperti Indonesia, ritual ini masih terus dijalankan dengan serius hingga sekarang.

Berikut ini 5 ritual sedekah di laut yang perlu kita ketahui.

Larung Sesaji di Pacitan

Pacitan adalah wilayah Kabupaten yang terletak di pesisir Selatan Pulau Jawa. kabupaten Pacitan termasuk dalam wilayah administrasi provinsi Jawa Timur dan sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan kapur. Nah, pegunungan kapur ini merupakan rangkaian dari pegunungan Kidul lho! Karena tekstur tanahnya sedemikian rupa, makanya wilayah Pacitan kurang cocok untuk pertanian.

Karena alasan itulah, laut menjadi andalan masyarakatnya untuk sumber penghidupan. Untuk menghormati lautan, masyarakat setempat rutin melakukan ritual larung sesaji tiap tanggal 1 Suro. meski awalnya dilakukan dengan sederhana, di dunia modern ritual ini digelar meriah dan dijadikan salah satu daya tarik wisata Pacitan di pantai Selatannya.

Tuturangiana Andala di Pulau Makassar

Di luar pulau Jawa, banyak ritual sedekah laut juga dilakukan mengingat sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di Pulau Makassar, ada tradisi sedekah yang disebut Tuturangiana Andala. Sederhananya, ritual ini sangat mirip dengan acara sedekah di laut di tempat lain. Akan tetapi, ada keunikan yang berbeda yaitu sajian kue khas dan daging kambing yang dilarung ke empat penjuru mata angin. Hal itu dilakukan sebagai perwujudan persembahan dan ucapan syukur pada alam yang telah menjadi sumber penghidupan.

Petik Laut Muncar di Banyuwangi

Jika di banyak wilayah ritual sedekah dilakukan dengan cukup sederhana, lain halnya dengan Banyuwangi. Secara resmi, pemerintah memanfaatkan ritual dalam tradisi masyarakat ini sebagai daya tarik wisata. Tujuannya tentu untuk menunjang pendapatan daerah. Di Banyuwangi ada ritual yang disebut Petik Laut Muncar.

Dalam ritual ini, masyarakat pesisir bahu-membahu menghias kapal mereka agas saat melaut menjadi indah dipandang. Perlombaan tidak resmi ini dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat setempat dan diakhiri dengan doa bersama.

Kirab Sedekah Laut Cilacap

Nah, bicara soal kemeriahan ritual sedekah laut, Cilacap bisa jadi salah satu contoh nyata. Di sana, ritual ini benar-benar dikemas menjadi sebuah rangkaian acara kirab budaya yang meriah. Pemerintah setempat mendukung acara syukuran ini sekaligus menjadi penggagas acara pameran kekayaan budaya. Acara ini berpusat di wilayah Teluk Penyu dan diikuti oleh begitu banyak nelayan.

Bajo Pasakkayang, Ritual ala Masyarakat Bajo

Selain sedekah laut, ritual syukuran juga bisa dimanfaatkan untuk acara berkumpul dan keakraban lho! Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Bajo ini. Ritual dimulai dengan Ngangaidah, prosesi mengibarkan bendera hitam. Dalam ritual Pasakkayang ini, musik tradisional mengiringi pemuka adat yang membawa sesajen ke laut. Tujuannya tetap sama yaitu menyatakan syukur dan terima kasih pada alam yang telah memberikan penghidupan bagi masyarakat. Tentu saja acara yang menarik seperti ini kemudian dimanfaatkan untuk acara keakraban sesama suku Bajo dan mengundang wisata dengan sajian seni dan kuliner khas Bajo.

Leave a reply

No comments found.