Domba Laut Berpotensi Mengembangkan Fisheries and Aquatic Industry

Nakama Aruna

June 19, 2022

Domba laut, startup perikanan, fisheries aquatic industry

Pesona alam bawah laut memang menyimpan banyak sekali misteri yang belum bisa dikuak semuanya oleh para peneliti dan para pelaku industri fisheries and aquatic industry. Sering kali ditemukan varian biota baru atau penemuan hewan yang selama ini dinyatakan sudah punah, justru ditemukan kembali masih ada kehidupannya di dalam ekosistem perairan. Salah satu penemuan yang menarik dan memiliki potensi besar adalah keberadaan dari domba laut.

Domba Laut di Kancah Fisheries and Aquatic Industry

Hewan laut yang satu ini sangat unik dan menyimpan banyak misteri. Karakteristiknya yang unik sudah dapat tergambar dari namanya. Padahal termasuk dalam golongan siput laut, namun karena bentuk fisiknya menyerupai domba yang biasa kita temui.

Para peneliti pun menyatakan bahwa mereka belum dapat mengeluarkan kesimpulan yang menyeluruh mengenai spesies domba laut yang memiliki nama lain domba daun, leaf sheep ataupun sea sheep.

Memperkaya keanekaragaman di sektor fisheries and aquatic industry

Karena penampilannya yang sangat cantik, tidak salah jika akhirnya banyak yang jatuh hati dan tertarik mengamati hewan berukuran mini ini. Jika dilakukan penelitian yang komprehensif, kelak hasilnya pasti akan menambah catatan keanekaragaman yang terdapat dalam ekosistem laut.

Ciri dan Karakteristik Domba Laut

Agar bisa lebih dekat dan memahami berbagai keunikan dari sidomba “mini” laut, mari kita dalami apa saja yang merupakan karakteristik hewan yang ditemukan pada tahun 1993 di lautan lepas sebuah pulau di negara Jepang ini.

Berukuran mini

Walau bentuknya sangat imut, kita akan susah memandangnya dengan mata telanjang. Karena rerata hewan ini hanya berukuran 5 milimeter hingga 1 centimeter saja.

Memiliki banyak kemiripan dengan hewan domba

Selain area tubuhnya yang ditutupi bulu berbentuk daun, binatang ini juga memiliki 2 buah antena layaknya tanduk di bagian kepalanya. 

Mempertahankan hidup dengan berfotosintesis

Hanya sedikit hewan yang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis, selain domba laut ada juga binatang kutu kacang dan salamander berbintik yang memiliki kemampuan serupa.

Mencuri kemampuan fotosintesa dari tumbuhan

Domba laut akan mendeteksi alga yang berada di dekatnya, untuk kemudian “mencuri” kloroplas yang dimiliki oleh alga. Jadi bukan memakan tumbuhan alga, justru dia hanya akan mengambil bagian tertentu untuk mempertahankan hidupnya selama beberapa bulan kedepan.

Tetap memiliki insang

Meskipun mengandalkan aktivitas fotosintesa untuk mengolah makanannya yang bersumber dari tumbuhan alga, sidomba daun ini tetap menggunakan insang untuk bernafas.

Pertama kali ditemukan di Negara Jepang

Tidak heran jika hewan imut nan lucu ini memiliki nama asli Costasiella kuroshimae. Karena memang ditemukan di sekitar Pulau Kuroshima. Costasiella sendiri merupakan pengklasifikasian nama genus untuk semua jenis siput laut.

Masih banyak misteri yang belum terkuak dari binatang lucu ini, namun para pakar berpendapat kalau keberadaannya sangat banyak terutama di lautan Benua Asia, termasuk lautan di Indonesia. Selain itu, kemampuan untuk bertahan hidup yang dimiliki diperkirakan antara 2 hingga 3 tahun.
Jika keberadaannya masih mudah ditemukan, bukan mustahil jika hewan imut ini memiliki potensi ekonomi. Semisal, dijadikan hewan hias untuk aquarium air asin. Asalkan tetap menerapkan sustainable fisheries ketika ingin serius mengelolanya di sektor fisheries industry. Startup perikanan, termasuk startup Aruna pun bisa saja nantinya turut andil mengembangkan potensi ini bersama Aruna Hub.

Leave a reply

No comments found.