Rupanya Top Global Produk Fishery adalah Ikan Cakalang

Nakama Aruna

June 22, 2022

ikan cakalang, product fisheries, supplier seafood

Kira-kira kalau ada pertanyaan, “Ikan apa yang paling banyak dikonsumsi sedunia?”, apa jawaban yang terlintas? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab ikan salmon, karena memang popularitas dari ikan ini sudah sangat mendunia. Padahal komoditas yang paling banyak dikonsumsi dari sektor fishery adalah ikan cakalang.

Banyak yang tidak menyangka bukan?

Kalau menilik data statistik dari situs resmi asosiasi pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization), sebenarnya ada 3 jenis ikan tangkapan laut yang menduduki posisi teratas. Yang menduduki urutan teratas top adalah ikan teri Peru, diikuti oleh Alaska Pollock yang masuk dalam keluarga ikan cod.

Nah yang menduduki posisi ke-3 adalah ikan cakalang. Dalam Bahasa Inggris, ikan ini disebut juga skipjack tuna. Ya benar, ikan cakalang memang masih merupakan salah satu varian atau anggota dari keluarga ikan tuna.

Alasan Cakalang Menduduki Top Global Produk Fishery adalah:

Pasti akhirnya menjadi banyak yang penasaran, mengapa ikan cakalang bisa menduduki posisi deretan teratas dari produk perikanan. Sekarang, mari mengupas beberapa fakta dari jenis ikan yang rupanya menjadi paling favorit dan mudah ditemui hampir di seluruh belahan dunia ini.

Hasil tangkapan paling banyak dari dunia fishery adalah cakalang

Berdasarkan angka statistik yang dilansir dari laman FAO.org, jumlah ikan cakalang yang ditangkap oleh seluruh nelayan di dunia menginjak rekor pada tahun 2018 dengan angka total 7,9 juta ton.

Mengalami peningkatan permintaan sejak 2021

Entah dipengaruhi oleh masa pandemi atau bukan, yang pasti pada medio 2021 terjadi peningkatan permintaan bahan baku ikan tuna atau cakalang dari area produksi yang berlokasi di Benua Asia dan Eropa.

Harga komoditinya fluktuatif

Banyak dikonsumsi dan untungnya mudah didapatkan di penjuru perairan seluruh dunia, harga komoditi laut ini rupanya tetap fluktuatif atau kerap mengalami kenaikan dan penurunan harga. Tentu saja hal ini lumrah terjadi karena adanya mekanisme pasar yang bergantung pada banyaknya suplai dan permintaan.

Kondisi permintaan yang paradoks

Memang ada peningkatan permintaan ikan cakalang di seluruh dunia, tetapi dalam bentuk beku (frozen). Sebaliknya, permintaan pasar akan produk ikan segar justru banyak mengalami penurunan.

Sumber nutrisi yang “murah”

Apa yang paling identik dari produk ikan laut? Salah satunya adalah harganya yang mahal. Tetapi hal ini kurang berlaku di ikan cakalang, karena untuk produk yang kualitas sedang harganya masih ramah di kantong. Jadi masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa harus menguras isi kantong.

Kemasan kaleng menjadi primadona

Jika sempat terbesit pertanyaan, apa yang menyebabkan permintaan suplai ikan beku ini begitu banyak, jawabannya karena akan diolah menjadi makanan olahan siap saji dalam kemasan kaleng. Karena kepraktisannya yang tetap memberikan kandungan nutrisi yang tinggi, produk olahan ikan dalam kemasan kaleng memang banyak digandrungi di negara-negara maju.

Potensi Ekonomi Bagi Indonesia di Fisheries Market Industry

Startup perikanan harus bersatu bersama pemerintah dan masyarakat untuk menangkap peluang ekonomi yang besar dari sektor fisheries industry. Tentunya harus ada sinergi yang dilakukan secara keseluruhan dari hulu hingga hilir. Mulai dari level para penangkap ikan hingga ke rantai supplier seafood.

Penerapan sustainable fisheries yang selama ini digalakkan oleh startup Aruna, salah satunya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Aruna Hub. Dimana dalam hub ini, bukan hanya sekumpulan para pelaku penggerak ekonomi perikanan, tetapi juga ada sinergisitas yang dilakukan untuk mengembangkan potensi perikanan lokal dengan tetap menjaga mutu dan kualitas.

Leave a reply

No comments found.