Tumbuh 5,45%, Sustainable Fisheries Contribution to GDP Perlu Digenjot

Nakama Aruna

July 8, 2022

Sustainable Fisheries Contribution to GDP, sustainability fishery industry, startup perikanan

Tahun 2020 memang merupakan tahun yang sangat berat untuk dijalani setiap negara karena adanya pandemi virus COVID-19, termasuk bagi Indonesia. Untungnya di tahun 2021 kita berhasil bangkit meskipun masih harus terus berperang melawan penyebaran virus yang semakin mengganas. Bahkan sektor perikanan pun sanggup tumbuh sebesar 5,45% meskipun nilai kontribusi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) secara nasional lebih sedikit, yakni 2,77%. Persentase ini sudah termasuk hitungan sustainable fisheries contribution GDP atau kontribusi sektor perikanan berkelanjutan terhadap PDB.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memang sudah menggelontorkan banyak program agar sektor perikanan bisa bangkit dari kemerosotan yang terjadi pada tahun 2020. Dengan berbagai program yang langsung dirasakan oleh para nelayan, hasilnya pun langsung dapat dirasakan pada periode 2021. Dapat dilihat dari data yang dilansir oleh databoks katadata, peningkatan PDB sektor pertanian 9,85% dan subsektor perikanan sudah tumbuh 2,77% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meningkatkan Sustainable Fisheries Contribution to GDP Harus Dilakukan Secara Komprehensif

Mengukur peningkatan secara ekonomis melalui GDP (Gross Domestic Product) atau PDB memang perlu, tetapi memperhatikan keberlangsungan di sektor fisheries industry juga tidak kalah penting. Oleh karena itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Humas Ditjen Perikanan menyatakan bahwa menjaga ekosistem alam tetaplah sangat penting. Karena pertumbuhan nilai ekonomi jika tidak mengindahkan sisi sustainable fisheries bisa berakibat kurang baik bagi alam dan tentunya bagi para nelayan. Karena kita harus sepakat bahwa para nelayan merupakan ujung tombak dari sektor perikanan.

Profesi nelayan sebagai ujung tombak sektor perikanan, memang sangat penting. Humas Ditjen Perikanan pun menyatakan bahwa program yang dirancang untuk menggenjot pendapatan subsektor kelautan dan perikanan hingga 2024, juga tetap memperhatikan kesejahteraan para nelayan. Disamping harus selalu menggalakkan edukasi mengenai keharusan untuk menjaga kelestarian alam, tetap harus ada solusi yang diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Optimalisasi dan Pemberian Nilai Tambah Pada Produk Perikanan

Memang jargon meningkatkan sustainable fisheries contribution to GDP, harus tetap memperhatikan aspek lainnya. Untungnya, era kemajuan teknologi memberikan angin segar di berbagai aspek kehidupan, bahkan bagi sektor perikanan. Terbukti dari munculnya berbagai startup perikanan, yang mampu memberikan solusi peningkatan pendapatan bagi para pelaku ekonomi di sektor kelautan. Teknologi yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan rintisan ini tentu saja bertujuan untuk mengoptimalisasi produktivitas. Dengan meningkatnya produktivitas, maka sustainable fisheries contribution to GDP pun akan turut mengalami pertumbuhan.

Tindakan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, salah satunya adalah dengan mengajak mereka untuk memberikan nilai tambah pada produk perikanan. Misalnya demi menghindari kerugian dari penjualan hasil tangkapan mereka, para nelayan bisa mengolah ikan segar menjadi produk ikan beku. Dengan demikian nilai ekonomi pada hasil tangkapan dapat bertahan lebih lama, karena produk beku tersebut bisa dikirim ke distributor bahan makanan beku atau supplier seafood yang lokasinya jauh dari domisili para nelayan.

Optimalisasi dan Pemberian Nilai Tambah Pada Produk Perikanan

Sama halnya dengan startup Aruna Indonesia yang bukan hanya membantu memasarkan produk perikanan secara langsung agar bisa menembus pasar ekspor dan memberikan manfaat lebih bagi para nelayan. Melalui Aruna Hub, ada banyak kegiatan yang dilakukan Aruna untuk menggandeng banyak pihak agar turut serta menjaga kelestarian ekosistem perairan dan daratan. Agar kemajuan teknologi bukan hanya dimanfaatkan memberikan kesejahteraan bagi para pelaku ekonomi, tetapi juga membantu sumber daya alam di negara kita bisa terjaga keseimbangannya.

Leave a reply

No comments found.