Aruna Bicara di Venture Capital Japan Engagement: “Landscape of Indonesia’s Tech Startup”

Nakama Aruna

July 14, 2022

HUB.ID Summit 2022 di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang

Tokyo, Jepang – Pada 12 Juli 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui program ekonomi digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika), mengundang Aruna ke HUB.ID Summit 2022 di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang. Mengusung tema “Landscape of Indonesia’s Tech Startup”, agenda ini merupakan sebuah pertemuan bisnis akbar bagi startup digital, perusahaan modal ventura lokal dan global, industri, kementerian, BUMN, serta berbagai mitra bisnis potensial untuk saling membangun koneksi.

Aruna sebagai supply chain agregator perikanan asal Indonesia mendapat kesempatan untuk mengisi forum HUB.ID Summit 2022 di Jepang (12/07) yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Ekonomi Digital, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika). HUB.ID Summit merupakan wadah pertemuan bisnis antara startup digital, perusahaan modal ventura lokal dan global, industri, Kementerian/Lembaga, BUMN, serta mitra bisnis.

Kali ini, HUB.ID Summit 2022 bertujuan untuk memperkenalkan startup digital Indonesia ke investor maupun mitra bisnis tidak hanya lokal tetapi juga luar negeri agar dapat turut bersaing dalam bisnis global. Pada tahun 2022 ini, HUB.ID Summit berfokus untuk meningkatkan awareness perusahaan Venture Capital global mengenai potensi perusahaan rintisan (startup) dan potensi ekonomi digital Indonesia.

Pada kesempatan ini, Aruna juga menjelaskan tentang strategi serta value company yang kuat yang menjadi landasan perusahaan dalam menjalankan bisnis. Value atau fundamental perusahaan inilah yang akan menjadi dasar dan pertimbangan para investor untuk ingin berinvestasi pada sebuah perusahaan khususnya start up company.

“Saya senang diundang untuk mengisi acara summit ini. Sepanjang forum diskusi, saya menjelaskan bagaimana Aruna dirintis serta potensi laut Indonesia yang kaya akan komoditi lautnya. Saya juga memaparkan bagaimana kami membangun teknologi end to end untuk keseluruhan bisnis proses di Aruna serta tantangan kami dalam mengedukasi nelayan Aruna untuk melek dan mahir menggunakan teknologi. Saya juga jelaskan pentingnya value company yang clear dan achieveable untuk dicapai menjadi sebuah pertimbangan besar bagi investor untuk ingin berinvestasi. Terima kasih kepada Kominfo yang mengundang Aruna untuk forum ini, semoga sinergi dengan Kominfo dapat terus terjalin,” ujar Utari Octavianty.

Dengan memberikan edukasi tentang proses penangkapan dan pengemasan hasil tangkapan laut para nelayan lokal, Aruna dapat membantu meningkatkan nilai jual dari hasil tangkapan nelayan dengan meningkatkan permintaan pasar global terhadap hasil laut, yang pada gilirannya berdampak pada meningkatnya harga jual dan pendapatan nelayan skala kecil di Indonesia. Hingga tahun 2022, Aruna telah memberdayakan lebih dari 36.000 nelayan Indonesia yang tersebar di 150 hub berlokasi di seluruh penjuru Indonesia.

Selaku Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika, I Nyoman Adhiarna, mengungkapkan, “Kegiatan ini merupakan sebuah sharing session yang berlangsung selama satu hari untuk membahas berbagai lanskap startup berbasis teknologi di Indonesia. Itulah mengapa kami juga turut menggandeng Aruna dalam kesempatan ini. Tujuannya adalah agar Aruna dapat  mengundang lebih banyak potensial investor dan mitra bisnis di Tokyo, Jepang, ataupun belahan dunia yang lain.”.

Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, Utari Octavianty, pun membagikan pengalamannya dalam mengembangkan startup digital yang ia inisiasi bersama kedua kawan kuliahnya. Ungkapnya, “Jatuh bangun merupakan hal yang biasa dijumpai dalam membangun startup. Bisa dibilang, saya dan kedua rekan saya hanya bermodalkan tekad dan keberanian untuk mengikuti berbagai kompetisi bisnis, termasuk Hackathon Merdeka di 2016 silam. Hal ini kami lakukan untuk memperoleh dukungan finansial guna merealisasikan ide-ide bisnis yang kami miliki saat itu. Berada pada titik ini, kini kami sadar bahwa persoalan modal ternyata hanya sebagian kecil dari semua peliknya tantangan yang ada. Namun, kunci utama dari semua tantangan itu terletak pada ketahanan, kegigihan, kemauan kita untuk belajar.”

Leave a reply

No comments found.