Bersih Pantai dan Laut di Ujung Genteng: Nilai Kebersamaan dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Nakama Aruna

July 7, 2022

Bersih Pantai dan Laut di Ujung Genteng: Nilai Kebersamaan dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Ujung Genteng, Jawa Barat, merupakan salah satu pantai wisata di Indonesia yang kaya akan potensi laut dengan habitat penyu yang terdampar di dalamnya. Pada acara syukuran Hari Nelayan yang ke-56 di Ujung Genteng, tepatnya pada tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2022, Aruna bersama dengan komunitas nelayan SNNU (Serikat Nelayan Nahdatul Ulama) serta nelayan selam PREDATOR dan POKMASWAS, menginisiasi gerakan bersih pantai dan laut. Aktivitas ini bertujuan untuk mengasah nilai kebersamaan dan persaudaraan, serta menjaga kelestarian hidup habitat di bawah laut. 

Untuk diketahui, salah satu daya tarik wisata di Ujung Genteng adalah dermaga laut. Sayangnya, tanggul air laut yang sudah ada semenjak zaman kolonial pun mulai rusak dikikis waktu, menyebabkan tergerusnya pasir yang berakhir menimbun dermaga. Gelombang yang datang ketika air laut pasang di area dermaga yang mulai mendangkal ini membawa sampah ke dalam dermaga. Bukan hanya itu kapal nelayan pun rusak, alat tangkap ikan kerap kali hilang disapu gelombang pasang. 

Nelayan Aruna dan Local Heroes Aruna di Ujung Genteng turut hadir untuk mendukung aktivitas yang diinisiasi oleh komunitas nelayan tersebut. Masyarakat setempat dan wisatawan pun datang untuk menyaksikan dan terlibat langsung pada aktivitas bersih pantai dan laut ini. Aktivitas tersebut menandai komitmen komunitas nelayan setempat untuk menjaga lingkungan dan keberlanjutan kehidupan laut Ujung Genteng.

Ketua (SNNU) Kabupaten Sukabumi, Syarifudin, mengungkapkan, “Miris untuk mengetahui bahwa ikan dan penyu tidak bisa lewat karena tersangkut sampah jaring-jaring bekas. Pada kegiatan ini, kami fokus untuk membersihkan laut pantai Bagal Batre dengan melakukan kegiatan bersih pantai dan laut di kedalaman 4-10 meter. Sampahnya beragam, mulai dari bekas jaring nelayan, pancing, tambang, atau sisa makanan yang tersangkut di batu karang. Semua ini berhasil kami bersihkan.”

Di lain sisi, Buguh Tri Hardianto, Area Manager Aruna di Region 4, mengaku sangat  mendukung kegiatan tersebut dan akan selalu berpartisipasi dalam menjaga dan merawat lingkungan laut. Ungkapnya, “Aruna mau untuk terus terlibat aktif dalam kegiatan seperti ini. Meski bukan sesuatu yang besar, kami percaya bahwa langkah kecil seperti ini akan membawa dampak yang besar apabila dilakukan secara komunal, mengingat aktivitas ini tak hanya melibatkan komunitas nelayan, pihak swasta, dan organisasi kepemudaan saja, tetapi juga bahkan dari unsur pemerintahan.”

Leave a reply

No comments found.